Campione! v3 Prolog

Donate to Paypal!

PROLOG

Liburan musim panas.

Perpisahan panjang yang tak terhitung banyaknya bagi murid SMA.

Untuk bulan ini dan setengahnya, beberapa keluar untuk bermain dan bersenang-senang, yang lainnya terlibat dalam olah raga, yang lain bekerja keras dengan keringat dan mengabdikan hasrat mereka untuk bekerja, mencintai, pelajaran tambahan, atau konvensi doujinshi.

Tapi sekarang, kepada Kusanagi Godou, liburan musim panasnya sama artinya dengan bencana.

"—Hoho. Apakah kamu dengar itu, Godou? Kamu akan bepergian bersamaku untuk liburan musim panas. Ini adalah keputusan terdahulu dan prioritas tertinggimu, jadi sebaiknya kamu menerimanya... aku tidak akan mengambil jawaban."

Gadis berambut pirang berpakaian merah sudah menyatakan ini setengah bulan yang lalu.

Senyum yang melayang di wajahnya begitu megah, namun sangat jahat.

Sepengetahuannya, Godou tidak mengenal gadis lain selain Erica Blandelli yang bisa tersenyum seperti ini. Memiliki kecantikan dan kecerdasan luar biasa, kecerdikan, dan bakat jenius dalam pedang dan sihir, ditambah kepercayaan total di bidang ini — senyum mulia yang memusatkan semua kualitas ini bersama-sama.

Godou adalah seorang siswa SMA yang sehat enam belas tahun.

Untuk diminta bepergian bersama dengan gadis cantik seperti Erica, dia sangat senang, tidak diragukan lagi.

Sangat senang, tapi ada yang menangkap.

Dia pasti tidak bisa setuju dengan keinginannya secepat ini. Jika dia melakukannya, ini akan menjadi kemajuan dalam perjalanan—pernikahan—kehamilan—membesarkan anak, dan pada paruh kedua usia dua puluhan, sebagian besar hidupnya akan secara semi-otomatis diputuskan seperti itu—sesuatu yang menyeramkan seperti itu bisa terjadi

"Anak muda, apa yang ingin kamu katakan yaitu, alasan kamu tidak mau menerima usulan Erica adalah karena... seperti kekasih yang telah kamu kenal selama enam tahun, memiliki seseorang yang memiliki kepribadian dan preferensi yang sama denganmu. Pacar, untuk berbagi hubungan hangat dan kabur, itu membuatmu merasa yakin dan nyaman, tapi tidak memiliki kegembiraan tertentu."

Godou secara alami mengingat kata-kata teman lama yang tinggal di Sardinia yang begitu nostalgia itu.

"Kalau begitu, pada suatu hari, pacarnya bilang 'hei, kita sudah bersama selama ini. Bagaimana kalau kita pergi dan mengunjungi orangtuamu lain kali.' Pada saat itu, anak laki-laki itu berpikir 'Meskipun kamu mengatakan itu, aku tetap ingin menjadi orang bebas, meskipun itu masih lama lagi,' dan itu. Jadi dia mengatakan 'ok, mungkin lain kali' alasan itu sebagai jawaban. Sama seperti dirimu saat ini."

"Aku bahkan belum mengenal Erica selama enam bulan, analogimu benar-benar buruk!"

"Ah ha ha, bukankah itu menjadikan analogi itu lebih baik lagi? Sebuah tonggak sejarah yang biasanya terjadi setelah setidaknya lima tahun menjalin hubungan telah terjadi dalam waktu singkat bahwa kalian berdua saling kenal. Wajar bagimu untuk mendapatkan kaki dingin."

Meskipun Godou tidak setuju dengan deskripsi yang begitu bijaksana, jauh di lubuk hatinya, dia sangat setuju.

Berpikir dengan saksama, dia tidak punya alasan untuk menolak Erica.

Bahkan tanpa menyebutkan kecantikan dan kemampuannya, ada perasaan indah tentang pemahaman yang tak terucap di antara keduanya.

Selain perbedaan nilai yang besar, tidak ada cacat kritis lainnya. Yang paling penting, ada sosok kasih sayangnya—penuh semangat, lisan, melalui sikap dan perilakunya.

(...meskipun itu hanya sebuah lamaran pernikahan lisan, sejak saat itu dan seterusnya, hidupku akan dianggap [sebagai permainan]! Bahkan playoff pun jadi mustahil.)

Namun, ada satu titik di mana Godou yakin.

Keunggulan Erica Blandelli, kemampuan dan inisiatif perencanaan tidak ada duanya.

Jika dia memikirkannya, bahkan hal yang mustahil bisa terjadi dalam banyak kasus. Dengan nada yang sama, dia bahkan bisa membuat Godou berpikir bahwa pernikahan mungkin tidak terlalu buruk, itu adalah jenis daya tarik yang dimilikinya.

Dengan demikian, Godou merasa bahwa dia tidak boleh lengah dan melawan dengan segenap kekuatannya saat berada di dekatnya.

Jadi untuk musim panas ini, dia percaya bahwa dia seharusnya baik-baik saja jika dia menjauh dari cengkraman Erica.

Dengan semua itu, kesimpulan terakhir Godou adalah melarikan diri.

Dia tidak pernah bisa menang dalam kekuatan fisik, apalagi dengan pengetahuan dan akal. Strategi pertahanan diri terbaik adalah jangan langsung melawan Erica, jadi bagaimana dengan rute pelarian dan tempat persembunyian potensial?

Untuk memastikan ada cukup dana untuk melarikan diri, dia tidak punya pilihan selain dirinya dipekerjakan oleh kenalan akrab untuk pekerjaan setiap hari.

Pada saat bersamaan, rencana pelarian harus dilakukan.

Tapi ke mana harus melarikan diri? Akan lebih baik lagi jika itu adalah tempat di mana dia tidak bisa melakukan apa yang dia suka.

Apakah tempat seperti itu bahkan ada di Bumi...

Saat liburan musim panas semakin dekat, Godou semakin tenggelam dalam pemikiran ini.

"Lalu, Godou-san... Hal yang kamu katakan tadi, apa yang terjadi selanjutnya?"

Dengan hanya tinggal satu minggu lagi sampai liburan, Godou ditanyai tentang ini.

Itu terjadi setelah kelas di blok kelas atas Akademi Jounan.

Di sudut kelas yang kosong, yang dia hadapi adalah Mariya Yuri, idola sekolah yang terkenal akan kecantikan, pesona dan keramahannya.

...Berpikir kembali dengan hati-hati, sulit untuk percaya bahwa dia pernah melakukan hal yang begitu berani kepada wanita ini.

Godou berusaha mati-matian bersikap normal. Jika dia terlalu sadar akan masa lalu, dia akan terlalu malu untuk menatap wajahnya.

"Haha, soal lari dari Erica? Aye, meskipun aku telah membuat segala macam persiapan, masih belum ada tempat bagiku untuk melarikan diri. Sejujurnya, ini mengganggu sekali."

"Begitu..."

Yuri mengangguk dan bergumam di sampingnya.

Entah bagaimana, rasanya ia sengaja menghindari tatapan wajah Godou.

Seperti yang diharapkan, kejadian itu telah menjadi beban baginya.

Hime-Miko dari Musashino — Miko suci yang bertanggung jawab atas melindungi wilayah Kanto dengan kekuatan roh mereka.

Di antara mereka, Yuri memiliki kekuatan penerawangan roh yang luar biasa. Tapi karena keadaan, untuk berpikir bahwa dia melakukan itu dengan Godou...Betapa ia berharap bisa menemukan lubang untuk bersembunyi.

"Tentang, tentang itu Mariya-san, bagaimana aku harus mengatakan ini, itu—"

"G-Godou-san, hal itu, erm, tentang hal itu—"

Berbicara secara bersamaan pada saat bersamaan membuat situasi semakin canggung bagi kedua belah pihak.

"...Kalau kamu mau bicara, jangan pedulikan aku dan silakan duluan."

"Tidak, tidak, bukan begitu. Kamu harus berbicara dulu, Godou-san."

Sementara mereka terus membolehkan satu sama lain untuk berbicara lebih dulu, wajah mereka langsung bertemu.

Pada saat itu, Godou menyadari bahwa wajahnya merah seperti sebuah apel. Yuri tidak berbeda, berubah merah karena malu.

...Erica Blandelli, dia belum pernah bertemu orang yang lebih memahaminya daripada dia.

Setelah bermain bisbol sangat lama, Godou telah bermitra sebagai catcher dengan banyak orang sebelumnya.

Tapi tak seorang pun pernah 'menjadi satu' dengan dia seperti Yuri, seorang lawan jenis.

Setelah hanya mengenal satu sama lain hanya dalam waktu empat bulan, mereka saling memahami secara hati-hati, dimana hanya dengan sekilas pandang saja, mereka bisa mengkomunikasikan apa yang dipikirkan orang lain dengan sempurna.

Tapi sekarang, gadis di depannya, Mariya Yuri, sama-sama selaras.

Cara gadis ini berbicara, berpikir dan bertindak dalam banyak situasi, menyesuaikannya dengan tingkat yang luar biasa.

Bahkan bagi seseorang yang mengaku tidak ahli dalam menangani gadis, Godou melihat dengan jelas baru-baru ini.

Berada bersama Yuri tidak pernah tidak enak.

Godou bisa menghabiskan satu hari bersamanya tanpa mengatakan apapun, dan dia tetap tidak merasa tidak nyaman di sekitarnya.

Bahkan tanpa penjelasan, Godou bisa mengerti. Kata-kata keras dan kejamnya merupakan ekspresi keprihatinannya. Mariya Yuri adalah orang yang paling baik dan paling ramah yang Kusanagi Godou tahu. Dengan demikian dia percaya bahwa dia akan menerima ganjaran jika dia tidak mengungkapkan rasa terima kasihnya kepadanya.

"Umm...Maaf Mariya. Aku...selalu membuatmu sangat kerepotan."

"A-Apa yang kamu katakan? Tidak sekali pun aku merasa telah menyebabkan aku bermasalah, jadi kamu harus berhenti menyalahkan diri sendiri. Teangkan dirimu."

Kata Yuri yang berwajah merah, membuat Godou tidak dapat melakukan apapun kecuali tertawa canggung.

Kemungkinan besar dia mengatakan ini untuk membantunya menenangkan diri, menduga dia tidak punya pilihan kecuali menerimanya.

"Haha, aku mengerti. Aku akan bekerja keras...apa yang ingin Mariya katakan tadi lagi?"

"Ah, benar...Tentang itu, Godou-san, tentang masalahmu sebelumnya untuk menemukan tempat untuk bersembunyi...kalau kamu tidak keberatan, bagaimana kalau serahkan itu padaku?"

Tiba-tiba mengatakan hal ini, Godou kaget dan hanya bisa menatap Yuri yang malu.

Hime-Miko-benar 'Hime', menyedihkan namun elegan, tiba-tiba mengemukakan hal seperti itu.

"Sebenarnya Amakasu-san dari Komite Kompilasi Sejarah yang akan mempersiapkan hal itu untukmu. Dia sepertinya ingin membantu Godou-san dengan tulus..."

Komite Kompilasi Sejarah.

Organisasi yang tujuannya menyembunyikan dari masyarakat umum segala kejadian aneh—sihir, mantra, fenomena supranatural, Dewa, dan keberadaan supranatural lainnya.

Ketika dia mendengar nama anggota Komite Kompilasi Sejarah, mau tak mau Godou berpikir.

Dapatkah aku mempercayai organisasi semacam itu yang bahkan aku tidak tahu sama sekali? Dapatkah aku mengandalkan mereka?

"Tentu saja, saat kita sampai di sana aku akan bertindak sebagai pemandu wisatamu. Jadi, meskipun kamu berada di luar negeri, kamu tidak akan merasakan ketidaknyamanan. Aku akan menjagamu dengan baik—sebaiknya jangan salah, ini adalah permintaan dari komite, itu tidak bisa ditolong..."

"Oh, meski hebat, tapi kali ini, kurasa aku tidak akan ikut."

"Ini jelas bukan karena aku ingin melakukan perjalanan denganmu sampai aku meminta hal ini—eh? Kali ini? Tidak akan ikut...?"

Melihat Yuri kaget, Godou menjawab.

"Ah, meski kamu telah melakukan banyak hal untukku, tapi maaf, saat ini aku harus mengatakan tidak."

"B-Bagaimana ini bisa terjadi! Tapi Godou-san, bukannya tadi kamu sedang sangat bermasalah?"

Meskipun Godou bersyukur atas tawarannya yang jujur, dia tetap harus menolaknya.

"Tidak, meski aku meminta bantuanmu, kurasa aku tidak dapat menerima bantuan pegawai negeri untuk masalah seperti ini. Itulah yang kupikirkan, aku sangat menyesal."

Jika itu adalah tawaran pribadi Yuri, dia akan menerima dengan rasa syukur. Tapi jika nama organisasi yang tidak diketahui dan mencurigakan itu terlibat, sebaiknya dipikirkan dua kali sebelum setuju.

Campione. Nama seorang Eaja Iblis yang telah merebut otoritas Dewa. Seorang pejuang baik manusia maupun manusia super.

Sayangnya, sekarang Godou termasuk di antara jajaran eksistensi di luar penalaran umum. Jika dia mencari bantuan dari orang lain, dia harus berpikir hati-hati dan waspada terhadap mereka. Tidak peduli betapa Kusanagi Godou membencinya, saat ini dia adalah [Raja] yang memiliki pengaruh besar atas dunia sihir dan gaib.

Sebagai contoh, Erica adalah mage dari asosiasi sihir [Salib Tembaga Hitam].

Godou dengan patuh akan menerima bantuannya — juga asosiasi di belakangnya. Ini terutama karena pemimpin organisasi, paman Erica, adalah orang terkenal.

Ksatria dari para ksatria mulia. Legenda hidup berwarna merah dan hitam.

Satu-satunya orang yang Erica, cantik dengan kebanggaannya yang berlebihan, hormati dan kagumi.

Godou hanya bertemu dengannya sekali, tapi sekali lebih dari cukup bagi Godou untuk menumbuhkan rasa hormat yang sama padanya. Jika ada orang di dunia ini sepenuhnya mewujudkan cita-cita ksatria, pastilah itu dia.

Perasaan kuat saat mereka berjabat tangan mengucapkan selamat tinggal masih hidup di benak Godou.

"...Godou-san, kamu terlihat senang karena alasan tertentu."

Yuri berbicara mendadak.

Dengan mata curiga, dia menatap Godou dengan nada dendam karena suatu alasan.

"Melihat ke kejauhan, seperti mengingat seseorang yang sangat kamu rindukan—"

"Ah, maaf, aku tiba-tiba teringat kenalan lama."

Menanggapi tanpa berpikir, Godou memikirkan satu hal.

Jika dia, Paolo Blandelli, tahu bahwa Erica mencoba merayu Godou, dia mungkin akan datang dengan sebuah rencana untuk mendidik keponakannya itu sebagai wanita yang pantas.

Tapi Godou tidak tahu bagaimana menghubungi dia secara pribadi.

Tidak, tunggu sebentar, bukankah dia punya teman yang tahu hal ini...!

Godou tidak bisa menahan diri untuk tidak bersemangat.

Sekalipun peluangnya tipis, masih patut dicoba, semua prospek harus dieksplorasi!

"Aku tiba-tiba memikirkan hal-hal penting yang perlu diperhatikan jadi aku akan pergi lebih dulu. Bagaimanapun, terimakasih untuk semuanya."

"Ah, Godou-san!? Siapa yang kamu ingat, aku ingin tahu—"

Agar bisa sampai di rumah dengan cepat, Godou mulai berlari.

Apa yang Yuri coba katakan padaku tadi? Kurasa aku akan bertanya lagi saat kita bertemu lagi.

Dua malam kemudian, Godou tengah memeriksa jawaban yang telah dia tunggu dengan sangat bersemangat.

Menyiapkan komputer notebook lama ibunya untuk membuka emailnya, akhirnya jawaban yang ditunggu-tunggu datang.

Nama pengirimnya adalah Zola. Nama mage yang Godou kenal saat berada di Sardinia.

"Bagaimana?...Kuharap ini jawaban yang bagus!"

Godou terus berdoa saat membuka emailnya.

'Sudah lama, anak muda. Aku telah banyak mendengar tentang banyak perbuatanmu. Namamu sebagai Raja Iblis pasti menyebar jauh dan luas. Itu membuatku bangga mengetahui bahwa aku berperan dalam kelahiranmu.'

Ditulis dalam bahasa Jepang dengan penguasaan kanji penuh, dia membuka dengan sapaan yang keterlaluan.

'Selanjutnya, tentang permintaanmu untuk menghubungi Paolo Blandelli secara pribadi, aku minta maaf tapi aku tidak tahu. Bagaimanapun, dia adalah pemimpin kelompok terkenal dan Templar Knight yang berperingkat tertinggi. Di sisi lain, aku hanya mage tua di pedesaan. Bagaimana aku bisa tahu saluran komunikasi pribadi?'

Kalau begini, Godou mulai merasa sedih, tapi terus membaca.

'Tapi, aku mengerti dilemamu dan aku tidak terlalu dingin untuk mengabaikannya saja. Jadi, musim panas ini aku menyambutmu ke tempat tinggalku yang sederhana di Sardinia. Lagi pula, untuk mage selevel Erica Blandelli, dia akan segera menemukanmu di mana pun kamu bersembunyi kalau dia menjadi serius. Satu-satunya cara untuk melepaskan diri darinya adalah dengan bantuan mage unggul, dan aku bersedia membantumu dalam bagian ini.'

Benar, seperti yang dia katakan, ini adalah masalah yang mengganggu Godou, dan dia tidak bisa menahan diri untuk mengangguk setuju.

'Untuk tiket pesawat dan sejenisnya, serahkan semuanya padaku. Sama-sama. Anggap saja kompensasi untuk membawamu ke dalam masalah seperti ini, ke dalam dunia sebab dan akibat ini. Aku berharap bisa bertemu denganmu setelah pertemuan terakhir kami beberapa bulan yang lalu.'

Menanggalkan emailnya dengan 'Temanmu'.

"...Betapa bodohnya aku. Kupikir dia hanya orang yang ceroboh dan tanpa harapan, tapi aku tak pernah menduga dia sangat perhatian."

Seperti menonton memberi makan seekor kucing liar — Godou merasa tersentuh seakan menyaksikan pemandangan seperti itu. Dia merasa malu dengan ketidaktahuannya.

Teman masih yang terbaik! Dia merasa sangat tersentuh dan berterima kasih padanya dari hati.

—Semua yang terjadi setelah itu berjalan lancar.

Menginformasikan kakek dan ibunya bahwa dia akan berlibur sendirian, dia membuat kesepakatan dengan kakeknya untuk merahasiakannya, dan dengan hati-hati membuat persiapan tanpa sepengetahuan adiknya Shizuka, yang akhirnya mengonfirmasikan lamanya tinggal di Sardinia.

Lalu, pada paruh kedua bulan Juli, itu adalah hari sebelum upacara penutupan.

Berbeda dengan Erica yang baru-baru ini dalam suasana senang, Godou telah menyetujui 'perjalanan pra-nikah' dengan cara yang tidak menyenangkan dan tidak peduli.

Hatinya dibakar dengan semangat juang seakan berperan dalam drama pembalikan, tapi dia tidak menunjukkan tanda-tanda lahiriah.

Rencananya mulai bergerak, tenang dan diam.

Inilah jalan menuju kemenangan. Meskipun bertentangan dengan sifatnya untuk menyimpan rahasia, semua dibutuhkan untuk situasi seperti itu.

...Hari itu, sepulang sekolah, Yuri berkata pada Godou:

"Godou-san, ada yang ingin kukatakan padamu, bisakah kamu ikut denganku sebentar?"

Menghadapi kata-kata dingin tiba-tiba dari Yuri saat mengikutinya ke sudut sekolah yang sepi, Godou merasakan kegugupan yang tidak diketahui. Seakan sesuatu yang tidak beres terjadi, dia memiliki firasat buruk.

"...Aku akan bertanya langsung, Godou-san, kamu akan pergi kemana musim panas ini?"

Godou tidak tahu apakah Mariya Yuri tidak tahu bagaimana dunia bekerja atau tidak bisa membaca moodnya.

Meskipun dia sangat cerdas dan memikirkan banyak hal secara mendalam, dia hanyalah seorang wanita kelas atas yang terlindung.

Dengan demikian ia tidak bisa membaca suasananya. Tapi kemungkinan karena naluri alaminya yang kuat, yang terkadang sangat tajam, dia masih bisa menebak situasi tanpa melakukan apapun sebelumnya.

Itu sama saja kali ini.

"...Kalau begitu, kemana kamu pergi?"

"Meskipun kamu bertanya padaku, ini rahasia, oke?"

Yuri berbicara sebagai hasil penginderaan daripada penalaran.

Tidak ada gunanya bersikap bodoh di depannya, Godou menundukkan kepalanya sebagai isyarat memohon.

Bahkan anggota keluarganya tidak tahu ke mana dia pergi...Berpikir kembali, kakek dan ibu yang mengizinkannya diam-diam merencanakan perjalanan ini, benar-benar sangat mengagumkan dalam arti tertentu.

"Tentu saja nggak oke! Tanpa aku... Tidak, tanpa ada orang lain, tindakan tidak senonoh apa yang ingin kamu lakukan!? Kalau kamu tidak memberi tahuku rinciannya, aku tidak akan membiarkanmu pergi!"

Kata-katanya membawa perasaan keluarga lebih besar daripada dirinya sendiri.

Ekspresi wajah Yuri tiba-tiba berubah; dia menyadari bahwa dia telah mengungkapkan kekhawatiran yang agak aneh.

"J-Jadi begini, meski aku tidak pernah berpikir itu akan benar-benar terjadi, seperti ini kan...? Seperti pergi berlibur hanya dengan wanita yang sedikit lebih dekat denganmu...Apakah kamu merencanakan itu dan mewujudkannya?"

Mengapa dia memiliki pemikiran seperti itu? Godou bingung dengan ini.

"S-Siapa maksudmu dengan gadis yang lebih dekat?"

"I-Istri lokal, bukankah ada pepatah seperti itu? Membentuk hubungan l-laki-laki dan wanita yang kotor dan tak senonoh seperti kontrak jangka pendek... Aku benar-benar salah tentangmu!"

Tuduhannya tidak dapat dipahami, tapi jelas bahwa dia dengan keras mencela sesuatu.

Mengapa istri lokal? Bukankah ekspresi seperti itu sudah kuno sejak lama?

'—Hoho, Kusanagi-san tiba-tiba teringat seorang teman dekat dari jauh, lalu membenarkan rute pelariannya, Yuri-san bisa merasakannya dengan benar... Jadi, Yuri-san, ini bisa jadi merepotkan. Pernahkah kamu mendengar istilah istri lokal? Apa, belum? Ini juga merupakan bentuk hubungan antara kekasih—'

Seseorang sedang berbicara dengannya di belakang punggungnya, tapi tentu saja, Godou tidak tahu.

Terlebih lagi, orang ini juga menambahkan bahan bakar ke dalam api.

'Hoho, Yuri-san pasti berpikir bahwa Kusanagi-san tidak dapat memiliki hubungan seperti dia hanya di SMA kan? Tapi kamu tidak boleh lupa bahwa dia bukan murid SMA biasa, dia adalah seorang raja. Salah satu dari tujuh yang merupakan penjelmaan Iblis dan Rakshasa, raja magi. Memiliki keberanian untuk melakukan perselingkuhan semacam itu bukan mustahil—'

'Ah, selalu ada tindakan balasan. Mudah dan efektif... Yuri-san hanya harus pergi bersama. Pergilah sebagai pasangan dan pantau tindakannya.'

Dia telah diberi makan semua ide yang tidak perlu ini, tapi Godou tidak mungkin tahu.

Karena semua ini, mau tak mau Godou merasa bingung dengan imajinasi Yuri yang hidup.

"Tidak, tolong pikirkan secara rasional, hal-hal seperti itu aneh, kan?"

"Kalau begitu izinkan aku bertanya padamu, apakah ada kenalan di tempat yang kamu tuju?"

"Yah, semacam, ya."

"Kalau begitu, apakah kenalanmu itu laki-laki atau perempuan?"

"Umm, perempuan..."

"Orang macam apa dia? Apakah dia wanita yang cantik? "

"Umm, itu pertanyaan yang sulit dijawab... Bisakah aku tidak menjawabnya?"

Menjawab terus-menerus serangkaian pertanyaan.

Setelah mendengarkan jawaban Godou, Yuri berteriak,

"Terlalu kotor, Godou-san! Aku sangat percaya padamu! Aku sangat ingin percaya padamu!"

"Eh? Umm, Mariya-san? Kalau kamu memikirkannya dengan akal sehat......."

"Memang benar! Bersembunyi dariku dan Erica-san untuk memiliki hubungan yang tidak senonoh dengan wanita lain... Kamu terlalu rendah!"

Dihakimi seperti ini, Godou sangat terganggu.

Memikirkan gadis yang awalnya dimintanya meminta bantuan akan memiliki kesalahpahaman yang aneh.

Jika tidak segera diklarifikasi, hal itu bisa meningkat sampai berbahaya. Meskipun dia tidak bisa memikirkan kata-kata, Godou harus melewati ini entah bagaimana caranya.

"Menurut Amakasu-san, jika seorang anak laki-laki mencoba melewati topik seperti itu, pasti berarti ada sesuatu yang tidak dapat diterima terjadi!"

"Apa yang orang itu ajarkan padamu?!"

Anggota Komite Kompilasi Sejarah, Amakasu Touma.

Meskipun sikapnya santai dan tak terkekang, Godou selalu percaya bahwa dia adalah orang yang sangat aneh. Tapi untuk berpikir bahwa dia telah melakukan hal yang menyusahkan seperti itu, bagaimana seharusnya dia mengatasi masalah ini sekarang?

"Mariya, tolong pikirkan dengan tenang. Kenapa kamu membayangkan ini? Aku benar-benar tidak mengerti, seperti apa pendapatmu tentangku?"

"Iblis yang menipu wanita! Pemangsa seksual! Jelas bukan manusia normal!"

Nada suaranya menjadi sangat emosional, dan Yuri berbicara tanpa berpikir.

Sama seperti anak kecil yang mengamuk, Godou sangat terkejut melihat sisi seperti ini ada padanya.

"Karena sampai saat ini, apakah kamu tidak melakukan banyak hal konyol!?"

"Umm, meskipun itu tidak salah, aku tidak berpikir aku telah melakukan sesuatu yang mirip dengan menyimpan selir di suatu tempat! Dan tidak akan pernah, aku tidak akan pernah melakukan hal seperti itu!"

Terhadap Yuri dalam keadaannya sekarang, penalaran tidak ada gunanya, jadi Godou tidak punya pilihan selain menyatakan dengan cara yang begitu kuat.

Omong-omong, jika dialog ini didengar, pendengar mungkin akan menyalahartikannya karena pertengkaran antar pasangan.

Bagaimana bisa jadi seperti ini? Godou tidak bisa menahan diri untuk mengutuk nasib buruknya.

"Kalau kamu bilang begitu... Tolong tunjukkan bukti."

Yuri berbisik pelan saat dia menundukkan kepalanya. Godou langsung berkata "eh?"

"Bawa aku bersamamu! Biarkan aku tinggal di sisimu, maka kamu akan membuktikan kepolosanmu! Kalau amu benar-benar tidak bersalah, maka kamu bisa melakukannya, bukan?"

"—Apa!?"



Lalu upacara penutupan di sini.

Itu adalah hari terakhir dari masa sekolah, tapi Godou tidak bersekolah.

Pagi-pagi sekali, baru jam enam, dia telah menyelesaikan semua persiapan yang diperlukan untuk perjalanan ini. Dia meninggalkan rumahnya dan berjalan ke halte bus.

Alasan Godou tidak pergi ke sekolah hari ini adalah karena dia merasa khawatir dengan kenyataan bahwa ada kemungkinan Erica hanya bisa menculiknya dan menahannya untuk ditawan. Ini akan merusak keseluruhan rencana dan semua usaha sebelumnya akan sia-sia belaka.

Kemarin, butuh usaha keras hanya untuk menenangkan Yuri yang marah dan berkerut karena mengamuk.

Menghadapi Yuri yang berusaha keras untuk tidak menunjukkan emosinya tapi matanya yang jelas-jelas merah karena menangis, akhirnya dia kalah. Mengingat ini membuat jantung Godou berdegup kencang.

...Mengambil kereta bawah tanah, dia sampai di stasiun Ueno.

Di gerbang pusat tiket, ada yang menunggu.

"Selamat pagi. Umm... Aku akan berada dalam perawatanmu."

Kemungkinan besar dia malu dengan ledakannya kemarin, wajahnya merah padam.

Menghadapi Yuri yang wajahnya merah seperti apel, Godou mengangguk.

Dengan membawa koper besar, Yuri mengenakan pakaian kasual untuk pertama kalinya dalam ingatan Godou. Dia mengenakan gaun lengan pendek berwarna putih dan topi besar, kemungkinan besar akan melindungi diri dari matahari musim panas. Pakaian ini, dengan corak putihnya, sepertinya cocok untuknya.


Dibandingkan pakaian biasa seragam sekolahnya atau pakaian Miko, ini adalah tampilan baru yang menyegarkan. Hal itu membuat jantung Godou berdetak kencang.

Mengingat bahwa dia akan pergi berlibur dengan wanita cantik ini, jantung Godou mulai berdetak lebih kencang.

...Bukankah ini seperti melarikan diri?

"Kalau begitu, akankah kita pergi?"

"Y-Ya."

Godou dan Yuri mulai berjalan bersama.

Entah kenapa, itu benar-benar terasa seperti sebuah pelarian, memikirkan hal ini membuat Godou sengaja melihat ke depan, tidak mampu menatap wajah Yuri. Tapi dia pasti merasakan hal yang sama kan?

Begitu saja, mereka masuk ke gerbang tiket tanpa mengatakan apapun. Untuk naik trem ke bandara Narita, mereka menuju ke aula utama.

...Setelah itu, tidak ada yang istimewa terjadi. Yuri selesai check in.

Ternyata Yuri dan Godou sedang dalam penerbangan yang sama dan bahkan duduk berdampingan.

Tentu saja, ini berkat usaha rahasia Komite Kompilasi Sejarah.

Upaya Panitia juga memungkinkan Yuri untuk segera mendapatkan izin dari keluarga Mariya...

Kemungkinan besar, yang aktif di balik layar adalah anggota Komite Kompilasi Sejarah yang sudah dikenal — membayangkan Amakasu Touma diam-diam menertawakan dirinya sendiri, Godou tidak bisa menahan diri untuk tidak mendesah.

Menempatkan begitu banyak usaha ke dalam ini, apa yang dia pikirkan?

Sedangkan untuk teman lamanya di Sardinia, Godou mengirim email yang menyatakan bahwa 'orang lain akan datang.' Ada jawaban langsung dengan 'sangat menarik, tidak masalah.'

Sisi lain juga mengolok-olok.

Berpikir bahwa dia terjebak dalam situasi yang aneh, Godou mulai merasa tertekan, saat Yuri tiba-tiba berkata:

"Erm, Godou-san, tentang orang yang akan merawat kita... orang seperti apa dia? Kalau bisa, maukah kamu memberitahuku tentang dia?"

Kemungkinan besar tidak mampu menahan kesunyian, tiba-tiba dia menjawab pertanyaan ini.

"Dia adalah seorang mage. Dengan pemikiran lebih lanjut, dia jelas salah satu pelaku utama yang memberiku tubuh ini."

Mencari hiburan hari itu, usulannya menyalakan sekering yang menyebabkan Godou memiliki pertempuran sengit melawan Dewa.

Tentu saja, ada akumulasi berbagai faktor kebetulan yang akhirnya menghasilkan hasil saat ini—

"...Jadi begitu ya. Orang itu, yang bergantung pada Godou-san, pastilah wanita cantik."

"Umm, Mariya, kamu jelas belum bertemu dia. Tidak tepat memiliki prasangka semacam itu."

"Tapi aku pasti benar, kan? Melihat wajah Godou-san, aku yakin. Memang benar."

Aku sangat berharap kamu tidak menerapkan kemampuan,mu saat ini.

Menghadapi Miko yang persepsinya melampaui kearifan manusia, Godou menggelengkan kepalanya.

"Tidak, meskipun dia perempuan, aku tidak pernah memendam pikiran seperti itu ke arahnya. Dia berasal dari generasi yang sama dengan kakekku—orang tua. Ini adalah kebenarannya!"

Tapi meski ada penolakan Godou yang panik, Yuri hanya menatap dingin.

"Meskipun apa yang kamu katakan tidak terasa seperti kebohongan, tapi bukankah seluruh kebenaran itu benar?"

"Perlu waktu lama untuk menjelaskannya. Jelas bukan sesuatu yang bisa segera dijelaskan!"

"Tentang hal itu, Anda tidak perlu khawatir. Untungnya, ada banyak waktu di sini. Dari sini ke Italia akan memakan waktu sekitar setengah hari. Jadi, tidak peduli berapa lama kamu berencana untuk menjelaskannya, aku akan mendengarkanmu dengan serius."

Akhirnya sampai di stasiun Keisei Ueno, mereka naik kereta ekspres dan mengamankan tempat duduk mereka.

Setelah sampai di Narita, mereka menuju ke bandara. Setelah menaiki pesawat yang menuju Eropa, mereka harus menempuh penerbangan dua belas jam—itu seperti yang Yuri katakan, ada banyak waktu.

Begitu saja, bersama Yuri yang sepertinya sedang dalam mood yang baik, mereka mulai menghabiskan penerbangan panjang bersama.

Karena memang seperti itu, dia mungkin bisa menjelaskan semuanya sejak awal, sehingga bisa membuktikan bahwa dia tidak bersalah.

"Baiklah, aku mengerti. Aku akan mulai dari awal. Aku tidak terbiasa menceritakan cerita semacam ini, maafkan aku untuk apapun yang tidak kamu mengerti."

"...Sejak awal, maksudmu sejak awal segalanya?"

"Ah ya. Kita harus menelusuri kembali liburan musim semi setelah lulus SMP."

Kusanagi Godou saat itu berada dalam keadaan transisi, tidak di SMP atau SMA.

Karena belum yang pertama di bulan Mei, dia masih berusia lima belas tahun.

Dan manusia yang benar-benar normal yang tidak mungkin bisa melawan Dewa atau merebut otoritas mereka.

Beberapa hari yang secara drastis mengubah kehidupan yang ia kenal selamanya.

Beberapa hari di mana ia bertemu dengan Erica Blandelli dan banyak orang lain, membangun persahabatan dan bertarung. Semua ini terasa nostalgia sekarang, kisah permulaan.

Jadi, Godou perlahan mulai menceritakan ceritanya.



0 Response to "Campione! v3 Prolog"

Posting Komentar