Selasa, 06 Maret 2018

Campione! v2 Bab 1-5

Sengaja kasih ini, banyak yg copas--
http://setiakun.blogspot.com
Jangan yg lain tetap di sb translation

Bagian 5

"Terima kasih sudah bermain hari ini. Tolong sampaikan salamku pada semua orang."

"Maaf, Mariya, karena memaksamu ikut dan membuatmu begini."

Saat itu sudah lewat pukul delapan malam saat Yuri berangkat dari rumah Kusanagi.

Meminta maaf saat menyapanya di pintu masuk, Godou melihat dia pergi dengan wajah penuh rasa malu dan menyesal.

"Tidak, aku senang. Tolong jangan katakan itu."

"Sungguh, kalau begitu bagus. Sampai jumpa besok."

"Ya, sampai jumpa besok. Aku pergi dulu."

Saling mengangguk dengan Godou tersenyum, Yuri menundukkan kepalanya serius dan berjalan keluar dari jalan masuk.

Pada akhirnya, mereka makan malam setelah berbicara dengan Shizuka. Dengan matanya, Godou memerintahkan Erica untuk tidak minum, dan mereka mengobrol saat mereka makan.

Bagi Yuri yang memiliki beberapa teman, melewatkan waktu seperti ini sangat jarang terjadi.

Cara bicara dan sikapnya yang terlalu serius sudah jarang terjadi, dan pada dasarnya dia tidak pernah diundang untuk pergi keluar dan bersenang-senang dengan rekan-rekannya.

Dia tidak dijauhi, tapi orang tidak ingin terlalu mencolok. Sedikit tak familier.

Karena dia sendiri yang menyadarinya, dia juga tidak pernah mencoba melibatkan dirinya dalam kelompok itu.

Baru saja saat makan malam, yang paling sedikit bicara adalah Yuri.

Tapi tetap saja, rasanya cukup bagus.

Erica paling banyak bicara, tidak hanya kepada Godou, tapi juga dengan kakek dan adiknya. Terkadang ia bahkan mengucapkan beberapa kalimat pada Yuri.

Kalimat tersebut tidak membawa sikap yang mendominasi, dan mempertimbangkan irama bicara yang lain, yang memungkinkannya untuk menikmati percakapan dengan santai.

Sedangkan Godou yang tidak banyak bicara, dia berkonsentrasi pada makan alih-alih mendengarkan mereka mengobrol.

Satu-satunya pemuda di sana, nafsu Godou kelaparan. Namun, dia masih memasuki percakapan selama momen yang tepat antara menggerakkan sumpitnya dan melahap makanannya.

Sebagai anggota klub yang sama, Shizuka juga memahami kepribadian Yuri sampai batas tertentu.

Tuan rumah utama, Kakek Kusanagi adalah orang yang sangat jeli, yang konsisten dengan kepopulerannya dengan perempuan di masa mudanya.

"Ah, Yuri-san. Syukurlah, aku sudah berusaha mencari Anda selama beberapa saat. Tolong, bawa ponsel Adna, ada kalanya ada keadaan darurat saat kontak dibutuhkan."

Saat Yuri berjalan melewati jalan toko menuju stasiun Nezu terdekat, dia tiba-tiba disambut oleh sebuah suara.

Suara ini milik pemuda yang mengenakan jas—Amakasu Touma.

Perwakilan Komite Kompilasi Sejarah, sebuah organisasi yang bertanggung jawab untuk mengatur wizard Jepang dan mengendalikan informasi tentang Dewa dan keanehan supranatural.

"Telepon? Aku minta maaf tapi kurasa aku tidak memerlukan hal seperti itu. Tapi, bagaimana Anda tahu aku ada di sini?"

Untuk pertanyaan Yuri. Amakasu membalas dengan senyum canggung.

"Aku datang ke sini secara kebetulan. Karena aku penasaran apakah aku bisa menemukan Yuri-san sebelum Anda naik kereta, aku menunggu di sini sebentar. Ketika aku menelepon rumah Anda, mereka bilang bahwa Anda telah mengunjungi rumah seorang murid di dekat sekolah."

"Begitu... Pokoknya apa urusan Anda denganku hari ini?"

Jadi itu berarti, itu karena dia meminjam telepon di kediaman Kusanagi untuk menelepon ke rumah dan mengatakan bahwa dia akan terlambat.

Yuri bertanya begitu dia mengerti.

"Sebenarnya ada permintaan untuk Anda. Tapi, hari ini agak telat, jadi kami akan mengajukan permintaan besok."

"Bukan masalah. Jika Anda baik-baik saja, mari kita selesaikan sekarang?"

"Tidak, itu sesuatu yang perlu didiskusikan di lokasi yang lebih baik. Besok saja. Bagi Yuri-san ini seharusnya menjadi tugas mudah. Sebuah grimoire telah dikabarkan telah muncul di Rumania di dekat pinggiran kota Kroasia, jadi kami berharap agar Yuri-san bisa memastikan keasliannya."

Bagi Amakasu yang berbicara agak sembrono, Yuri menghela napas.

"Amakasu-san, penerawangan rohku bukanlah kekuatan mudah yang bisa 'melihat' semuanya. Ada banyak kesempatan ketika tidak ada yang terungkap."

Mulut ini pasti menjadi salah satu alasan mengapa ia hanya memiliki sedikit teman.

Yuri berpikir pada dirinya sendiri saat dia menyesali betapa entengnya anggota Komite Kompilasi Sejarah ini mengambil banyak hal.

Penerawangan roh yang disebut jelas-jelas bukan kekuatan analisis yang bisa dilihat. Itu hanya semacam kemampuan yang diberikan oleh para Dewa dengan kehendak seperti nubuat.

"Kalau begitu Anda terlalu rendah hati. Bahkan di Milan, asal mula sihir di Eropa Timur, tidak ada pengguna penerawangan roh yang kemampuannya melebihi Yuri-san. Jika Anda tidak bisa melakukannya, maka tidak ada orang lain yang bisa melakukannya. Berharap kita bisa bekerja sama, jika Anda tidak keberatan."

Amakasu mulai tertawa.

Pada saat itu tidak ada gunanya lagi. Yuri memutuskan untuk menerima permintaan Amakasu, terutama karena hanya ada sedikit alasan untuk menolak permintaan yang dibuat sedemikian rupa.

"Baiklah, aku mengerti. Aku akan membantu besok sepulang sekolah."

"Bantuan Anda sangat dihargai. Omong-omong, saat Anda bilang sedang mengunjungi teman dekat sekolah, apakah itu rumah Kusanagi Godou?"

Tiba-tiba, Amakasu mengganti topik pembicaraan.

Apakah orang-orang sangat terlibat dengan sihir dan para Dewa harus waspada terhadap kontak dengan Campione?

"Ya... Umm, masalahkah dengan itu? Aku tidak percaya perlu untuk sengaja menjauhkan diri dari Kusanagi-san."

Untuk jawaban ini, Amakasu menggelengkan kepalanya.

"Oh, tidak masalah sama sekali. Sebenarnya, justru sebaliknya. Yuri adalah salah satu teman Kusanagi Godou yang paling penting kan? Ambil lebih banyak inisiatif, pergilah ke rumahnya, atau bahkan mengundangnya ke rumah Anda, semuanya baik, teruskan saja."

"Begitu? ...Amakasu-san, ini tampaknya agak tidak biasa?"

Yuri menjadi sedikit marah saat menatap orang yang mencurigakan di depannya.

Sebuah firasat aneh mengalir ke dalam hatinya. Kegelisahan, dan juga rasa pencapaian yang tiba-tiba. Mungkinkah ini semacam prediksi yang dibawa oleh kekuatan penerawangan roh?

"Omong-omong, mari kita bicarakan ini secara rinci besok. Hati-hati... selama malam yang indah ini."

Melambaikan tangannya, Amakasu pergi.
Campione! v2 Bab 1-5

Diposkan Oleh: SB Translation

0 Komentar:

Posting Komentar